Instrumen Penting Komunikasi Lintas Rakyat

Instrumen Penting Komunikasi Lintas Rakyat
Cerita rakyat

Selasa, 12 Oktober 2010

Diskusi FISIP Mendobrak Kemandekan Mahasiswa

Mahasiswa Fisip Unisma Bekasi Saat Mendengarkan
 Pandangan Dari Mahasiswa Lainya 
Instingkilat, Bekasi (12/10) _ Mahasiswa FISIP Unisma Bekasi menggelar diskusi untuk mendobrak permasalahan kemandekan komunikasi mahasiswa di masa kini. Kegiatan yang di kordinatori oleh Ade Candra yang merupakan mahasiswa semester tujuh ini di laksanakan di area taman di lingkungan Kampus Unisma.

Mahasiswa yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut terdiri dari tiga jurusan, diantaranya : Jurusan ilmu Pemerintahan, Jurusan Administrasi Negara dan Jurusan Pisikologi. mereka menggelar diskusi seusai melakukan proses perkuliahan, sekitar pukul 13.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Kegiatan yang juga di hadiri oleh Ahmad Syahbana, Ali Syaefa dan Mardani Ahmad FISIP Unisma Bekasi sebagai pengarah membuat acara tersebut semakin menarik, karena selain mahasiswa dapat mengekspresikan dirinya dalam berwacana, keberadaan alumni juga mendapatkan apresiasi dari para peserta. Hal ini senada dengan yang di katakan oleh Dewi sebagai salah satu peserta diskusi bahwa :

"Saya sangat senang dengan adanya diskusi yang di adakan oleh teman-teman Fisip, saya juga berharap agar kegiatan ini dapat terus berlangsung di hari-hari selanjutnya. Apresiasi saya berikan kepada para senior yang telah mengarahkan diskusi ini, sehingga diskusi ini dapat berjalan dengan baik" kata Dewi, gadis yang berasal dari Karawang tersebut.

Di temui di tempat yang sama Ade Candra yang merupakan salah satu penggagas kegiatan tersebut mengatakan "Kegiatan ini di laksanakan sebagai bentuk partisipasi kami untuk memberikan sumbangsih pemikiran bagi perkembangan keaktifan belajar mahasiswa di luar ruangan. Kami juga bertekad untuk terus melaksanakan kegiatan diskusi rutin satu kali dalam seminggu, yang tentunya dengan bahasan yang berbeda".

Dari hasil diskusi tersebut mereka bersepakat untuk melakukan komunikasi dengan mahasiswa yang dalam kesempatan ini belum bisa berpartisipasi untuk ikut terlibat dalam kegiatan diskusi minggu depan. Kegiatan diskusi akan dilakukan setiap 1 minggu 1 kali yaitu pada hari selasa sehabis mereka menunaikan tugas perkuliahan. (dan*)

Minggu, 10 Oktober 2010

Bulan Bakti, Tahun Bakti Karang Taruna.

Suasana Kemeriahan Pada Saat Acara Sedang Berlangsung
Instingkilat, Subang _ Puncak Perayaan satu abad karang Taruna sekaligus Pencanangan Bulan Bakti dan Tahun Bakti Karang Taruna Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat dan Nasonal di Lapangan Situ Saradan-Pagaden Kabupaten Subang (9/10).

Iring-iringan Si Singaan
Kegiatan yang juga di meriahkan dengan Kesenian Daerah Si Singaan, bertambah meriah saat 300 M dari lokasi kegiatan Bupati Kabupaten Subang, Ketua DPRD Kabupaten Subang, Pengurus Karang Taruna Tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional menaiki Si Singaan saat menuju ke lokasi kegiatan.

Padat Masa Saat Acara Berlangsung
Walau suasana di lokasi di guyur oleh terik matahari, akan tetapi tidak mengurangi keceriaan para pengunjung yang datang pada kegatan tersebut, kegiatan yang di mulai pukul 11 siang nampaknya  mendapatkan dukungan yang antusias dari warga masyarakat sekitar, terbukti masyarakat mulai berdatangan sejak pukul 08 pagi waktu setempat hingga pukul 11 siang, warga masyarakat sudah memadati area lokasi kegiatan.

Pertunjukan Seni Moderen Teater
Selain kesenian budaya Si Singaan, dipertunjukan juga seni moderen Teater, yang juga menyedot perhatian para pengunjung dan tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut. (dan*)

Kamis, 07 Oktober 2010

SBY Ajak Pejabat Negara Hemat Anggaran

Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden RI)

Instingkilat, Jakarta (7/10)_ Presiden SBY berharap agar ada penghematan dalam penggunaan uang Negara. Hal tersebut di sampaikan ketika Presiden SBY saat membuka rapat kabinet bidang hukum, politik dan keamanan di Istan Presiden, Jakarta Pusat.

Dalam pidatonya SBY juga menanggapi kritik perjalanan dinas yang menggunakan uang Negara, kata presiden “laporan penggunaan anggaran dinas, DPR, DPD, MK dan sebagainya seharusnya smpai di meja sya, karena terkait dengan penggunaan anggaran negara”. Karena di luar dinas siapapun pejabatnya tidak diperkenankan untuk menggunakan anggaran Negara.

Presiden juga mengatakan bahwa perjalanan dinas harus jelas tujuanya, berapa lama waktunya? agar Presiden dapat menghitung-hitungnya “perjalanan 7 hari paling-paling di tempat 2 hari di tambah 1 hari perjalanan, selesai” kata Presiden. Perjalanan dinas sejatinya merupakan perjalanan dalam rangka melaksanakan tugas yang memang sudah menjadi tanggung jawab pejabat Negara sesuai dengan bidang kerjanya.

Dalam kesempatan ini presiden juga mengklarifikasi isy pembelian pakaian dan furnitur untuk kepentingan pribadi Presiden, dengan nada yang agak di tekankan ia menjelaskan “tidak ada satu senpun biaya pakaian presiden menggunakan uang negara”.

Terkait dengan penghematan anggaran Negara juga tidak luput dari perjalanan dinas para pejabat Negara yang ada di daerah-daerah. Transparansi anggaran perjalanan dinas harus di laksanakan agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan anggaran yang memunculkan dugaan pemborosan penggunaan anggaran Negara untuk kepentingan pribadi. (dan*)

Selasa, 05 Oktober 2010

"Ini Politis!!!!" Kata Walikota Bekasi

Mochtar Mohamad (Walikota Bekasi) 
 Instingkilat, Jakarta_ Walikota Bekasi Mochtar Mohamad  membantah dirinya terlibat dalam kasus suap kepada petugas Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Barat. Ia menyatakan "kasus tersebut politis, karena dirinya tidak tahu apa-apa mengenai kasus ini", Kata Walikota Bekasi yang bertubuh besar tersebut.

Mochtar Mohamad yang datang ke pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, kemarin. Kedatangan beliau adalah sebagai saksi, karena dalam persidangan senin (20/9) yang lalu namanya di sebut-sebut oleh Jaksa Penuntut Umum karena di duga terlibat dalam kasus korusi yang dilakukan oleh tiga orang pejabat Kota Bekasi kepada petugas BPK Jabar.

Indikasi keterlibatan Walikota Bekasi di perkuat dengan adanya pengakuan dari salah satu saksi kemarin, pada Senin  (4/10). Saksi tersebut adalah Kepala BPK Jabar yang mengaku pernah bertemu di kantor Walikota Bekasi terkait dengan pemeriksaan laporan hasil keuangan Kota Bekasi, menurutnya Mochtar menginginkan agar Kota Bekasi mendapatkan status Wajar Tanpa pengecualian (WTP) dalam laporan keuangan 2009.

Sebelumnya, ketiga orang yang merupakan Aparatur Pemerintah Kota Bekasi yaitu Tjandra Utama Effendi (Sekretaris Daerah Kota Bekasi) yang menjabat tiga kali berturut-turut sebagai SEKDA, Herry Lukmantohari dan Heri Suparjan dalam bacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum, mereka di tuntut 5 tahun penjara.

Akankah Wlaikota Bekasi di tetapkan sebagai tersangka menyusul ketiga bawahanya? ataukah ia akan selamat dari jeratan hukum karena diduga ada keterlibatanya? (dan*)