![]() |
Foto Ali Syaefa saat di wawancarai terkait keberadaan KPK di Kota Bekasi. |
Bekasi (22/11). Instingkilat_Kehadiran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kota Bekasi ternyata membawa angin segar bagi kalangan aktifis di Kota Bekasi, tetapi bagi oknum Pemerintah yang merasa bersalah kehadiran KPK seakan menjadi momok yang menakutkan.
Setelah beberapa waktu yang lalu KPK menetapkan Walikota Bekasi Mochtar Muhammad sebagai tersangka dengan indikasi sebagai pelaku penyelewengan APBD tahun 2009, APBD tahun 2010 dan penggunaan Kas daerah untuk mendapatkan Piala Adipura. kasus tersebut merupakan hasil pengembangan kasus korupsi tiga pejabtat Pemda Kota Bekasi yang sudah di ponis dan Pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar Kota Bekasi mendapatkan status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pengelolaan anggaran.
"Mengesankan memang kerja yang dilakukan oleh KPK untuk membersihkan koruptor di Kota Bekasi" kata Ali Syaifa sambil tersenyum, ketika di tanyakan mengapa dirinya tidak melakukan aksi demonstrasi? kemudian aktifis yang bersal dari Fisip Unisma Bekasi ini mengatakan "demo ataupun tidak yang pasti saya punya cara sendiri untuk mendukung KPK dalam melakukan kerjanya di Kota Bekasi".
Beberapa pejabat di lingkungan instansi Pemerintah Kota Bekasi saat ingin dimintai keterangan terkait persoalan tersebut seakan merasakan kekhawatiran dan enggan berbicara, bahkan ada beberapa pejabat yang menurut keterangan salah seorang stafnya mengatakan orang bersangkutan tidak berada di tempat dengan alasan yang tidak jelas, padahal masih masuk waktu jam kerja.
Menarik memang, satu sisi keberadaan KPK menghadirkan senyuman dan di sisi lain keberadaan KPK seakan menjadi Ancaman yang menakutkan. (dan*)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar