![]() |
| Fiqi, @instingkilat.com |
Instingkilat, Bekasi (6/8/12) _ Sesuai dengan keputusan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bekasi, bahwa pelaksanaan Pilkada akan dilangsungkan pada 16 Desember 2012 mendatang.
Kemeriahan Pilkada Kota Bekasi tentu menjadi sesuatu yang sangat menarik di bicarakan belakangan ini, pasalnya banyak para penggiat politik yang tidak mau momentum tersebut menjadi momentum yang terlewati begitu saja. Tidak hanya itu, hegemoni para kandidat yang akan maju dalam pertarungan Pilkada Kota Bekasi pun mulai merubah atmosfer politik.
Atmosfer politik yang sarat akan kepentingan tersebut ternyata mampu di rasakan oleh kalangan di luar politisi, aktifis yang melihat kemeriahan menjelang Pilkada ini sangat tidak menguntungkan bagi masyarakat secara umum, apalagi Pilkada di indikasikan akan di ikuti oleh beberapa pejabat eksekutif dan legislatif aktif daerah.
"Sesungguhnya kemeriahan menjelang pilkada ini tidak ada efek menguntungkanya bagi masyarakat, apalagi dengan banyaknya pejabat yang mengikuti ajang Pilkada mendatang, mereka tidak lagi fokus berbicara apa yang menjadi tupoksi mereka hari ini, tetapi mereka lebih konsentrasi pada program kerja jika terpilih di Pilkada nanti, jelas dengan begini tentunya malah merugikan masyarakat". kata Fiqi yang aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bekasi
Lebih lanjut Fiqi yang merupakan Ketua Bidang Ekonomi Politik HMI Cabang Bekasi ini mengatakan bahwa "Seharusnya ada perubahan dalam perhelatan Pilkada kedepan, tentunya dengan adanya perubahan atas mekanisme pelaksanaan Pemilukada yang mempertegas bahwa para peserta Pilkada tidak sedang menduduki jabatan tertentu, kalaupun sedang menduduki jabatan tertentu di daerah, si pejabat harusnya mengundurkan terlebih dahulu, agar tidak mengganggu proses pemerintahan", lanjutnya sambil menunggu saat berbuka puasa kemarin.
Memang dalam pelaksanaan Pilkada Kota Bekasi mendatang besar kemungkinan peserta yang akan ikut serta mencalonkan diri adalah para pejabat aktif eksekutif dan legislatif daerah, jadi tidak menutup kemungkinan mereka hanya akan mementingkan bagaimana cara mereka akan memenangkan Pilkada tersebut. (dan*)






