![]() |
| Demonstran HMI saat menuju gedung DPRD Kota Bekasi |
Instingkilat, Bekasi (9/12) _ Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bekasi Menggelar demo hari anti korupsi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi.
Dalam demo tersebut mereka menuntut agar lebaga hukum menegakan supermasi hukum dalam mengusut kasus korupsi, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera melakukan penahanan terhadap Walikota Bekasi yang telah ditetapkan sebagai tersangka, meminta kepada DPRD agar menjelaskan bagaimana korupsi bisa terjadi di Kota Bekasi.
"Momentum hari anti korupsi se-dunia ini kami jadikan sebagai spirit untuk terus mendorong pihak berwenang atau lembaga hukum terkait serius dalam pengungkapan dan penanganan kasus korupsi" kata kordinator aksi bernama Agus.
Ia menambahkan "Terjadinya korupsi di Kota Bekasi ini juga harus di jelaskan oleh anggota legislatif, karena lembaga legislatif memiliki fungsi pengawasan, bohong kalau tidak tahu". Kasus korupsi penyalahgunaan APBD yang terus bergulir saat ini sedang di tangani oleh KPK.
Demo HMI yang berlangsung selama dua jam tersebut akhirnya mendapat tanggapan dari beberapa anggota dewan, mereka menemui demonstran yang diantaranya perwakilan praksi PKS, Golkar, PDI-P dan Demokrat. Ke empat anggota dewan tersebut menyatakan siap di periksa KPK terkait dengan korupsi APBD jika diminta oleh KPK dan mereka juga menyatakan kesiapanya untuk menjelaskan kepada masyarakat kota bekasi mengapa ada korupsi dalam pengelolaan APBD.
Setelah bertemu dengan ke empat anggota dewan, para demonstran tersebut meninggalkan gedung DPRD sambil meneriakan akan kembali lagi menagih jani kalau anggota dewan merealisasikan janji akan memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait korupsi APBD. (dan*)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar