![]() |
| Awen (Ketua Umum HMI Cabang Bekasi) |
Ketika terjadi kenaikan BBM maka akan berpengaruh pada kondisi perekonomian nasional, Pengamat Ekonomi Yanuar Rizki mengatakan “kenaikan BBM akan mengancam terjadinya GAP (kesenjangan) terhadap konsumsi masyarakat terhadap kebutuhan hingga 10 samai dengan 11 persen dari biasanya.
Sementara Deputi Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan “kenaikan harga BBM dapat di tindak lanjuti dengan pengurangan konsumsi BBM untuk kendaraan roda empat, sedangkan kenaikan tersebut memberikan keuntungan Negara hingga 0,87%”.
Kenaikan BBM yang juga mempengaruhi kenaikan kebutuhan lainya akan dirasakan oleh masyarakat menengah kebawah. Dalam hal ini ketua Umum Himpunan mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bekasi Kurniawan Rachmatulloh mengatakan “Kalaupun benar ada kenaikan harga minyak dunia yang berpengaruh pada kenaikan BBM nasional seharusnya sebagai Negara penghasil minyak Indonesia memperoleh keuntungan, Pemerintah sebagai penyelenggara negara tidak ada alas an untuk tidak mensejahterakan masyarakat. Kami akan mengadakan aksi besar-besaran ketika harga BBM naik, lebih banyak minyak yang di jual daripada yang di konsumsi kok, jadi seharusnya kita untung”. Ucap pria yang biasa disapa Awen.
Di sisi lain masyarakat beranggapan kenaikan BBM akan menambah beban masyarakat, “Jelas merugikan, karena Kenaikan BBM akan berpengaruh terhadap kenaikan harga, sehingga akan memperlemah daya beli masyarakat” kata pria yang akrab disapa Adhyp Glank.
Pemerintah seharusnya berpikir ulang untuk menaikan harga BBM pada kondisi perekonomian masyarakat yang belum stabil. (dan*)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar